11 Tahun Puasa Gelar, Valentino Rossi Masih Punya Modal Ini Jadi Juara Dunia MotoGP

Valentino Rossi disebut masih memiliki mentalitas juara walau sudah 11 tahun puasa gelar pada MotoGP. Tidak dapat dimungkiri bahwa Valentino Rossi mengalami penurunan karier pada MotoGP. Valentino Rossi merupakan pembalap juara pada dekade 2000an dengan catatan tujuh gelar juara pada kelas utama MotoGP.

Pergantian mesin tidak memengaruhi Rossi yang menjadi kampiun pada tiga era mesin berbeda yaitu 500cc (2001), 990cc ('02 '05), dan 800cc ('08 '09). Namun begitu, performa Rossi menurun sesudahnya. Pada dekade berikutnya pembalap berjuluk The Doctor itu tak pernah meraih trofi dengan pencapaian terbaik adalah runner up kejuaraan.

Rossi juga tak pernah memenangi balapan di MotoGP sejak kemenangan terakhirnya pada balapan di Assen, Belanda, Juni 2017. Hasil minor dalam beberapa musim terakhir pun membuat Rossi tergusur dari tim pabrikan Yamaha. Musim depan Valentino Rossi akan turun kasta dengan memperkuat tim satelit Petronas Yamaha SRT.

Melihat pencapaian Rossi yang juga kurang memuaskan pada musim 2020, tidak banyak orang yang berharap pembalap asal Tavullia itu akan menjadi juara. Rossi sendiri telah berkali kali merendah setiap kali ditanya soal peluang gelar juara dunia ke 10. Meski begitu, bukan berarti Rossi telah kehilangan mentalitas juaranya, setidaknya begitulah pendapat salah satu mekaniknya, Alex Briggs.

Dalam wawancara yang dikutip BolaSport.com dari The Race , Briggs menyatakan semangat Rossi untuk bersaing belum pudar. "Pernahkah Anda pergi ke ranch [fasilitas latihan Rossi]? Itu saja yang perlu Anda tahu," kata Briggs. "Jika Anda pernah melihatnya berkendara di sana, Anda tahu jawabannya. Jika Anda pernah bermain gokar atau mini bike dengan dia, Anda tahu jawabannya."

Briggs menuturkan bahwa Rossi selalu ingin menjadi yang tercepat ketika berurusan dengan dunia balap. "Selama yang ditungganginya mempunyai ban, dia ingin menjadi yang tercepat daripada orang lain di sana," ujar Alex Briggs menambahkan. "Saya tidak tahu bagaimana isi hatinya, tetapi pikirannya selalu memberitahunya untuk menang."

Briggs berseloroh bahwa peti mati Valentino Rossi mungkin akan dilengkapi dengan ban karena hasrat besar The Doctor untuk berlomba. "Peti matinya mungkin akan memiliki ban, hanya demi menjadi yang tercepat. Dia tidak tahu bedanya. Cepat ya cepat," tukas Briggs.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.